Kisah Nyata: Bersetubuh Dengan Jin Cantik nan Seksi

Cerita ini dikisahkan oleh seorang kenalan saya, seorang pria berusia hampir 50 tahun bernama Pak Narto. Pak Narto ini sejak muda bekerja pada sebuah penginapan kecil yang lumayan ramai juga di Jl. Prawirotaman, Yogyakarta. Saya ketemu bapak ini pada tanggal 1 januari 2017, waktu itu saya sedang liburan tahun baru. dan bermalam di penginapan dimana Pak Narto bekerja.

Pak Narto mengisahkan sebuah cerita yang sangat menggairahkan namun sekaligus menegangkan. Kejadianya pada akhir tahun 70an atau awal 80an, saya agak lupa dan terjadi beruntun selama beberapa hari. Waktu itu beliau masih berumur 20 tahunan lebih tapi sudah menikah.

Selain bertugas sebagai recepsionis atau penerima tamu pada siang hari juga sekaligus penjaga penginapan tersebut. Setiap malam beliau tidur di sebuah kamar di penginapan tersebut yang terletak agak di belakang. Penginapan tersebut dibangun entah tahun berapa, tapi sudah cukup tua.

Pada suatu malam kira-kira jam setengah satu, ketika badan sudah mulai letih, Pak Narto beranjak ke kamar tidur untuk istirahat. Beliau merebahkan badan yang penat ke atas kasur yang cukup empuk dan nyaman, sebentar saja Pak Narto udah sangat mengantuk. Karena capeknya Pak Narto tidak sempat menutup pintu yang setengah terbuka.

Antara sadar dan tidak Pak Narto melihat sekelibat bayangan perempuan melalui celah pintu. Beliau ingat tamu perempuan yang menginap di sana berbadan agak gemuk, tapi yang dilihatnya perempuan yang tinggi semampai dan berambut sampai di atas pinggang. Agak kaget memang, tapi saya tidak terlalu menggubris, saya lanjutkan tidur saya, Pak Narto bercerita dengan semangat.

Malam berikutnya Pak Narto tidur sekitar jam dua belas malam, karena temannya yang menggantikan jaga di resepsionis tidak terlalu repot. Lagi-lagi pintu kamar dibiarkan setengah terbuka, setelah beberapa waktu merebahkan diri kembali ada bayangan perempuan seperti kemarin malam. Pak Narto bertanya-tanya dalam hati siapa sebenarnya bayangan itu, namun Pak Narto kembali tidak terlalu memusingkan diri.

Beliau tertidur lelap sampai akhirnya terbangun karena merasa ada yang menyentuh kakinya. Dengan sambil tiduran beliau membuka mata, alangkah kagetnya beliau melihat sesosok wanita yang sangat cantik dengan rambut tergerai duduk di sebelah kakinya.

Wajahnya cantik sekali mas, baunya wangi sekali tapi wanginya halus gak menyengat, beliau bercerita. Wanita itu hanya tersenyum manis, kemudian pergi, anehnya saya nggak merasa takut sama sekali, beliau menambahkan. Setelah itu akhirnya Pak Narto tertidur lagi sampai pagi hari.

Malam ketiga Pak Narto merasa penasaran dengan kejadian dua malam berturut-turut itu. beliau sengaja tidur agak awal, sekitar jam sebelas malam. Beliau menunggu sosok wanita itu datang lagi. Satu jam menunggu membuat Pak Narto agak ngantuk, akhirnya dia tertidur juga. Pada sekitar jam satu malam beliau dibangunkan oleh sentuhan lembut pada kaki. Pak Narto bangun dan melihat sosok perempuan yang kemarin menghampirinya.

Namun kali ini Wanita itu mengenakan pakaian pengantin khas jogja dan dia melempar senyum manisnya kepada saya, kemudian dengan lembutnya memijit kaki saya, kata Pak Narto. Lebih lanjut beliau bercerita, Agak lama dipijit dan pijitannya enak sekali, saya belum pernah dipijit seenak ini.

cantik adat jogja

Saya diam aja karena memang bener-bener enak. Setelah lama memijit, kemudian wanita itu membuka riasan, sanggul dan segala pernak-pernik pakaian pengantin khas jogjanya, kini dia hanya mengenakan kemben hitam dan kain sarung dengan rambut panjang nya di biarkan terurai, kemudian dia tidur disamping Pak Narto, sungguh pemandangan yang menggugah birahi, cetus Pak Narto.

Saya terkesima memandangi sosok wanita yang teramat sangat cantik dan seksi terbaring pasrah di samping saya, tubuhnya yang harum dan beraroma khas itu menambah gejolak nafsu birahi saya untuk melakukan sesuatu, namun apa daya, tak ada keberanian pada diri saya meski hanya sekedar untuk menyentuhnya. saya hanya memandanginya saja tanpa melakukan apapun.

kemben seksi

Setelah beberapa menit, mungkin karena saya tidak melakukan reaksi apapun, akhirnya wanita cantik itu mulai membuat rangsangan, dia mulai membuka celana saya, kemudian baju dan sampai akhirnya saya benar-benar telanjang bulat. Saya hanya diam dan manut saja dengan perlakuan wanita itu terhadap saya.

Kemudian dia mulai mengelus dan memainkan batang kejantanan saya, sontak batang saya tegang seketika itu juga, Uwenak banget Mas rasanya lain, nggak seperti dengan istri saya, ini sangat lembut, hangat pokoknya saya gak pernah mengalami kenikmatan ini sebelumnya, beliau menjelaskan dengan semangat.

Setelah batang saya tegang, kemudian dia mencium batang saya dengan hidungnya, kemudian ciuman itu naik kepusar, dada, leher hingga mulut. wah pokoknya nikmat banget, geli-geli gimana gitu. pas ciuman sampai mulut, disana kami berciuman agak lama karena pada saat itu saya melakukan perlawanan pertama saya.

Nafasnya yang sangat wangi membuat saya tak kuasa untuk diam saja tanpa melakukan perlawanan apapun. Sungguh mas nafasnya wangi banget, jauh sama istri saya, apalagi kalau malam-malam seperti itu, bau mulut istri saya gak jauh beda sama bau bangkai.. hehe kata pak narto sambil tertawa kecil.

Setelah agak lama bibir kami saling melumat dan menyedot satu sama lain, akhirnya wanita itu menghentikan lumatannya, Tubuhnya yang dari tadi menindih dan memeluk saya kini bangkit, dan mulai membuka kemben serta kain sarung yang menutupi area bawahnya. karena tidak menggunakan celana dalam maupun BH, kini diapun telanjang bulat tanpa sehelai benangpun.

Luar biasa mas, bentuk tubuhnya terlalu sempurna dimata saya, masih pada kenceng pokoknya seksi banget deh, jika dinilai, tanpa ragu akan saya kasih nilai 10 untuk body wanita itu. pada berisi, bisa dibilang montok tapi tidak gendut, putih bening tanpa setitik noda pun, pokoknya sempurna deh.

Jembut memeknya ada tapi tidak terlalu panjang dan pas dia bugil, semeliwir aroma khas memek, namun harum banget mas sumpah. Setelah dia telanjang bulat, ia kembali berbaring disampingku, dengan posisi kaki yang mengangkang, posisi siap untuk menerima batang kejantanan saya.

cewek ngangkang

Tanpa disuruh, sayapun bangkit dan mengarahkan batang kejantanan saya ke vaginanya, awalnya susah setelah beberapa lama akhirnya, blessss… amblas batang saya, dan untuk pertama kalinya sayamendengar suara wanita itu, suara rintihan yang seksi, suara yang membuat gairah saya meningkat.

ngentot memek perawan

Saya maju mundurkan dengan pelan sambil merasakan nikmat, legit dan kesetnya… Shhhh ahhh ahhh ahhh desah wanita itu mengikuti irama genjotan batang saya, kemudian saya percepat genjotan saya, dibarengi dengan remasan tangan dan lumatan mulut saya pada payudara montoknya bergantian antara kiri dan kanan.

Semakin cepat genjotan saya, Desahannya pun semakin menggila, dan akhirnya air mani saya tak tertahankan lagi menahan kenikmatan vagina wanita itu, dengan derasnya air mani saya membanjiri vaginan wanita itu, Tanpa sempat mencabut batang saya dari vaginanya entah kenapa saya langsung tertidur pulas tanpa sadarkan diri sesaat setelah saya orgasme.

Sampai keesokan paginya saya terbangun dan tubuh saya masih tanpa sehelai benangpun, untung gak ada yang masuk kekamar, kalo ada bisa malu saya, Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari mungkin sampai lima kali, Pak Narto sendiri juga lupa berapa kali beliau tidur bersama sosok wanita tersebut.

Sampai pada suatu malam setelah kejadian itu, Pak Narto menantikan saat-saat indah tersebut berulang kembali, namun apa yang terjadi?

Waktu itu sekitar jam setengah dua malam, beliau terbangun dan mencium bau yang sangat anyir, sangat tidak enak dan membuat mual. Beliau bangun, dan bertanya-tanya bau apakah itu, namun belum sempat terjawab, datang sosok besar hitam berbulu dengan mata merah menyala, kuku tangannya panjang-panjang, sangat menakutkan, dia menunjuk ke arah saya, kata beliau.

Pak Narto menyebut sosok itu sebagai Gandaruwo. Tanpa basa-basi Gandaruwo itu mencekik leher Pak Narto, sampai gak bisa bernafas. Beliau bergumul hebat dengan mahkluk tersebut. Dengan spontan Pak Narto berdoa memohon bantuan dari yang kuasa. Akhirnya Gandaruwo tersebut melepaskan tangannya dari leher Pak Narto, mundur satu langkah, wajahnya masih menunjukan marah, lima detik kemudian Gandaruwo tersebut pergi dan hilang pula bau anyir itu.

Pak Narto terduduk lemas di lantai, dan sebisa mungkin berdoa mengucapkan terima kasih pada Tuhan karena telah mengusir mahkluk itu. Kalau tidak ada pertolongan Tuhan mungkin saya sudah nggak bisa bertemu mas dan menceritakan kejadian itu, usut punya usut, setelah saya bertanya pada orang-orang pintar, ternyata genderewo itu adalah suami wanita itu dan dia tidak terima isterinya ditiduri oleh saya, kata Pak Narto menutup cerita.

Bagikan: